Pisah-Sambut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar-Banten

Program Perguruan Tinggi Unggulan Mulai Digarap LLDIKTI di Jawa Barat dan Banten

Selasa, 18 Januari 2022

08:00 s/d Selesai di Novotel

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV (Jawa Barat - Banten) periode 2022 - 2026, M Samsuri (tiga dari kanan).

 

Belum adanya Perguruan Tinggi terakreditasi unggul di Jawa Barat dan Banten menjadi sorotan

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV (Jawa Barat – Banten) periode 2022 – 2026, M Samsuri.

Samsuri pun berjanji akan menghasilkan satu perguruan tinggi berakreditasi unggul dalam empat tahun terakhir.

Dimana 98 perguruan tinggi di Banten akan didorong agar mendapat predikat akreditasi unggul mulai 2023 mendatang. Samsuri mengatakan, untuk merealisasi program tersebut, pihaknya akan menitik beratkan pada program studi (Prodi) yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi. Pola pendampingan prodi pun akan dilakukan pihaknya guna mendukung program Kemedikbud Ristek.

Samsuri mengatakan, diperlukan sebuah dukungan dari perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten untuk merealisasikan program yang telah diatur dalam Permendikbud Ristek Nomor 5 Tahun 2020 ini.

“Saat ini perguruan tinggi terakreditasi unggul belum ada, namun cikal bakalnya sudah ada. Ya itu tergantung dari perguruan tinggi mau diajak bergabung apa tidak dengan LLDIKTI. Ini tantangan bagi kami. Progresnya akan dimulai 2023 mendatang. Saya akan intensifkan dan segerakan untuk di Banten,” ucap Samsuri, Selasa 18 Januari 2022.

Samsuri berharap, adanya program perguruan tinggi unggulan dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan saat ini masih bergantung pada sebuah akreditasi.

“Saat ini kualitas mutu pendidikan di Indonesia masih bersifat by paper karena hanya melihat indikatornya dari sebuah akreditasi,” tambahnya.

Sekadar diketahui, pembentukan suatu perguruan tinggi unggulan menjadi sebuah kewajiban karena telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) Nomor 5 Tahun 2020.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Banten, PO Abas Sunarya mengatakan, kebijakan tersebut belum dapat direalisasikan di perguruan tinggi swasta (PTS).

“Kebijakan ini patut dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Saya kira ini penting ya karena yang diutamakan oleh PTN adalah kualitas dan bukan penerimaan mahasiswa. PTN harus bertanggung jawab lebih karena dibiayai oleh APBN,”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply